“HUTAN
KOTA SEBAGAI DESTINASI WISATA ALAM
DAN
SEBAGAI SARANA BELAJAR PARA PELAJAR “
Disusun
oleh
·
Rita
Lutfi Fitriani
·
Sahrul
Aldi Nugraha
·
Theresia
Ayu Verawati
·
Yiyin
Natalia
TRENGGALEK
SEPTEMBER 2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan
kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena saya dapat menulis karya ilmiah yang
berjudul “Hutan Kota Sebagai Destinasi Wisata Alam Dan
Sebagai Sarana Belajar Para Pelajar. Karya ilmiah ini kami
susun secara sederhana.
Karya ilmiah ini dibuat
berdasarkan pengetahuan dari refrensi buku dan informasi dari internet dan juga
dari hasil pengamatan kami di lapangan, Semoga karya ilmiah ini dapat
menjadi sarana bagi generasi muda penerus bangsa dan bagi dinas kehutanan untuk
mengetahui cara melestarikan hutan dan cara
menjadikan hutan sebagai destinasi wisata alam yang bagus dan
nyaman.
Kami menyadari bahwa
penulisan karya ilmiah ini belum sempurna dan masih banyak kekurangannya.Untuk
itu demi kesempurnaan karya ilmiah ini kami sangat mengharapkan adanya saran,
kritik, dan masukan yang bersifat membangun.
Kami mengucapkan banyak
terima kasih kepada guru dan teman yang telah memberikan saran yang baik
kepada kami dalam menyusun karya ilmiah ini, tak lupa kami juga mengucapkan
banyak terima kasih kepada Bapak Wawan Prasetyo, M.Pdyang telah memberi
kesempatan dan kepercayaan kepada saya untuk membuat karya ilmia ini.
Trenggalek, 04 September 2016
Penulis
DAFTAR ISI
LEMBAR
JUDUL ........................................................................................................
KATA
PENGANTAR ..................................................................................................
DAFTAR
ISI .................................................................................................................
DAFTAR
LAMPIRAN ................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN .............................................................................................
1.1.
Latar Belakang ....................................................................................
1.2.
Rumusan Masalah .............................................................................
1.3.
Tujuan Penulisan ...............................................................................
1.4.
Manfaat Penulisan .............................................................................
BAB
II KAJIAN TEORI ................................................................................................
2.1.
Pengertian Hutan.................................................................................
2.2.
Klasifikasi Hutan.................................................................................
2.3.
Manfaat Hutan .....................................................................................
2.4.
Cara Melestarikan Hutan ...................................................................
2.5.
Dampak Kerusakan Hutan ................................................................
BAB
III METODE PENULISAN .................................................................................
3.1.
Jenis Karya Ilmiah................................................................................
3.2.
Cara Pengumpulan Data....................................................................
3.3.
Cara Menganalisis Data......................................................................
BAB
IV PEMBAHASAN .............................................................................................
4.1.
Temuan data .......................................................................................
4.2.
Pembahasan .......................................................................................
BAB
V PENUTUP .......................................................................................................
5.1.
Kesimpulan .........................................................................................
5.2.
Saran ....................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA ...................................................................................................
LAMPIRAN
............................................................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
Bab
ini berisikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat
penulisan karya ilmiah mengenai peran para pelajar dalam pembangunan hutan di
Provinsi Jawa Timur menjadi destinasi wisata alam.
1.1.
Latar
Belakang
Indonesia adalah
suatu Negara yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat berkompeten. Karena
sebagian besar Negara Indonesia adalah Negara kepulauan dan maritim yang
luasnya hampir ¾ bagiannya merupakan lautan, dan sisanya adalah daratan yang
sangat luas.Diantara daratan tersebut terdapat hutan yang luasnya adalah
sekitar 130 juta hektar (sucitro heri, 2008:5).Hal itu sungguh merupakan sebuah
anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sungguh luar biasa dan patut kita syukuri
atas karunianya.
Sehingga
hutan membentang sangat luas sampai pulau jawa yang kaya akan sumber daya alam termasuk juga provinsi
jawa timur. Luas provinsi jawa timur kurang lebih adalaah 47.921,98 km2 dengan jumlah 29 kabupaten dan 9 kota.
Negara
indonesia adalah Negara yang terletak pada garis katulistiwa. Sehingga,
Indonesia memiliki dua macam musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.Hal
itulah yang menyebabkan Indonesia memiliki hutan tropis. Meskipun Indonesia
memiliki musim tropis tidak hanya flora daerah tropis yang dapat tumbuh, tetapi
flora dari daerah lain juga dapat tumbuh di Indonesia dengan baik.
Dengan
adanya hutan tropis di Indonesia sangat bermanfaat bagi warga Negara
Indonesia.Karena hutan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan
banyak orang di dunia.Karena hutan memiliki fungsi sebagai penyeimbang
ekosistem, penyerapan karbondioksida, peresapan air, dan masih banyak lagi.
Hutan
juga berfungsi sebagai tempat wisata yang di manfaat oleh warga negara
Indonesia untuk berlibur bersama keluarga mereka.Mereka memanfaatkan hutan
karena hutan adalah tempat yang sangat bagus untuk berlibur dan juga belajar.
Namun,
demikian bayak hutan di Indonesia yang disalah gunakan oleh orang-orang yang
tidak bertanggung jawab.Mereka membakar hutan hanya untuk membuka lahan
pertanian baru, dan juga sebagai lahan pemukinan baru.Selain, pembakaran hutan
mereka juga melakukan penebangan liar.
Sebagian
besar warga Negara Indonesia menganggap hutan adalah tempat yang indah untuk
berlibur.Tetapi, sebagian diantara mereka menganggaap hutan adalah tempat yang
menakutkan bagi meraka.Karena mereka menganggap hutan adalah tempat tinggal
bagi binatang-binatang buas dan tumbuhan-tumbuhan liar.Meski keamanan di hutan
wisata terjaga dengan kehadiran pengelola dan penjaga hutan mereka masih merasa
takut.Karena banyak kasus pengunjung yang terluka di hutan wisata, diakibatkan
oleh tingkah dan perilaku pengunjung sendiri yang tidak dapat diatur.
Dengan,
demikian salah satu solusinya adalah menjadikan hutan sebagai tempat wisata
yang menyenangkan, aman, dan nyaman untuk berlibur.Selain, sebagi tempat wisata
kita juga harusmelestarikan hutan dengan cara melakukan reboisasi. Pemerintah
juga harus berperan dalam melestarikan hutan dengan melakukan cara memberikan
hukuman yang tegas bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab melakuakn
perusakan hutan.
Oleh karena itu penulis
tertarik untuk menulis tentang “Hutan Kota Sebagai Destinasi Wisata Alam
Dan Sebagai Sarana Belajar Para Pelajar “.
1.2.
Rumusan
Masalah
Dari latar belakang
diatas apakah penulis tertarik untuk meneliti bagaimana para peran pelajar dalamcara
membangun destinasi wisata alam di kawasan hutan Trenggalek dan sebagai tempat
yang berpotensi menjadi Wisata Alam di Jawa Timur ?
1.3.
Tujuan
Penulisan
Berangkat dari
rumusan masalah diatas tersebut, penulis akan mencoba memahami dan mengerti,
serta untuk mengetahui secara empiris bagaimana cara membangun destinasi wisata
alam di kawasan hutanTrenggalek dan sebagai tempat yang berpotensi menjadi
Wisata Alam di Jawa Timur.
1.4.
Manfaat
Penulisan
1) Bagi
Penulis
Dari apa yang akan penulis lakukan, kami berharap karya
ilmiah ini akan berguna bagi kami sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan
kemampuan kami didalam mata pelajaran di sekolah khususnya pelajaran Bahasa
Indonesia. Selain itu kami berharap apa yang akan kami lakukan ini akan membuka
wawasan kami khususnya tentang wisata alam dan cara merawatnya sehingga kami
mempunyai pemahaman yang akan membuat kami lebih peduli dan peka terhadap
lingkungan.
2) Bagi
Pembaca
Setelah pembaca membaca karya ilmiah ini, penulis berharap hal ini bisa
membuat pembaca lebih tertarik untuk tidak hanya berkunjung ke hutan saja untuk
refreshing melainkan juga ikut mempromosikannya kepada saudara, atau keluarga
dan teman mereka tentang keunggulan hutan ini. Penulis juga berharap pembaca
juga ikut terlibat didalam usaha pemerintah untuk menjaga kelestarian wisata
alam dan tempat pariwisata khususnya yang ada diJawa Timur.
3. Bagi
dinas kehutanan
Karya tulis ini bisa memberikan ide kepada
dinas kehutanan untuk melestarikan hutan dengan cara mengubah hutan menjadi
destinasi wisata. Selain itu masukan program kerja dinas kehutanan yang baik
dan benar terhadap hutan tersebut.
4. Bagi
Pemerintah
Dari karya ilmiah yang penulis lakukan ini, kami berharap
bisa berkontribusi terhadap upaya pemerintah didalam menjaga potensi wisat alam.
Kami juga berharap pemerintah semakin memperhatikan wisata-wisata alam di
hutan-hutan kawasan Jawa Timur dan membuat potensi wisata alam semakin aman,
indah, bersih, dengan fasilitas yang lengkap dan memadai agar para wisatawan
merasa nyaman untuk berkunjung ke Jawa Timur.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
Bab
II ini menjelaskan tentang pengertian hutan,klasifikasi hutan, manfaat hutan, cara melestarikan
hutan, dampak kerusakan hutan.
2.1.
Pengertian
Hutan
Negara Indonesia adalah Negara yang kaya
akan sumber daya alam. Diantara sumber daya alam yang dimiliki Indonesia
tersebut adalah hutan.Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh
dunia.Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim
dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua
besar.Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan
dan tumbuhan lainnya.Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah
yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon
dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari
tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting.Pohon
sendiri adalah tumbuhan cukup tinggi dengan masa hidup bertahun-tahun.Jadi,
tentu berbeda dengan sayur-sayuran atau padi-padian yang hidup semusim
saja.Pohon juga berbeda karena secara mencolok memiliki sebatang tubuh pokok
yang tegak berkayu yang cukup panjang dan bentuk tajuk (mahkota daun) yang
jelas.
2.2.
Klasifikasi
Hutan
Jenis hutan dapat dibedakan menurut
fungsi, cara terjadi, jenis pohon, bentuk daun, iklim, dan tempatnya
a. Menurut
fungsinya
Menurut fungsinya, jenis hutan dapat
dibedakan menjadi lima, yaitu:
1. Hutan
Produksi adalah jenis hutan dimana hasil hutannya difungsikan untuk
menghasilkan kayu dan hasil-hasil hutan lainnya. Contohnya, hutan-hutan di
Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan Papua
2. Hutan
Lindung adalah jenis hutan yang berfungsi untuk melindungi tanah dan lingkungan
disekitarnya dari bahaya erosi, banjir, dan tanah longsor. Selain itu, hutan
lindung bertujuan untuk menyimpan cadangan air tanah dan melindungi kesuburan
tanah. Contohnya, hutan-hutan yang berada di lereng pegunungan.
3. Hutan
Wisata adalah hutan yang difungsikan untuk kegiatan rekreasi. Contohnya, hutan
di Tawangmangu, Jawa Tengah
4. Hutan
Suaka adalah hutan yang berfungsi untuk melindungi tumbuhan dan jenis satwa
tertentu. Contohnya, hutan-hutan yang berada di Ujung Kulon.
5. Hutan
Cadangan adalah jenis hutan yang belum diketahui fungsinya.
b. Menurut
terjadinya
Menurut
terjadinya hutan dapat dibedakan menjadi hutan alami dan hutan buatan.
1) Hutan
alami adalah hutan yang tumbuh dengan sendirinya secara alami atas anugrah dari
tuhan. Pada hutan alami, jenis pohonnya cenderung heterogen. Contohnya, hutan
tropis dan hutan mangrove.
2) Hutan
buatan adalah hutan yang dibuat oleh manusia untuk tujuan tertentu. Jenis pohon
pada hutan buatan ini biasanya homogeny. Contohnya, hutan jati dan hutan pinus
c. Menurut
jenis pohonnya
Hutan
menurut jenis pohonnya dapat dibagi menjadi hutan homogen dan hutan heterogen.
1) Hutan
homogeny adalah hutan yang hanya memiliki satu jenis pohon. Contohnya, hutan
jati, hutan pinus, dan hutan cemara.
2) Hutan
heterogen adalah hutan yang memiliki beberapa jenis pohon. Contohnya hujan
tropis di Kalimantan.
d. Menurut
bentuk daunnya
Hutan
menurut bentuk daunnya dapat dibedakan menjadi hutan berdaun jarum dan berdaun
lebar.
1) Hutan
berdaun jarum adalah hutan dengan jenis tumbuhan dan daunnya berbentuk seperti
jarum. Contohnya, hutan cemara dan hutan pinus.
2) Hutan
berdaun lebar adalah hutan dengan jenis tumbuhan berdaun lebar. Contohnya,
hutan jati.
e. Menurut
iklimnya
Laju kerusakan hutan Indonesia saat ini
sangat pesat yang telah mencapai 2,4 juta hektar per tahun. Satu-satunya jenis
hutan yang berada dalam kondisi baik adalah hutan lindung dan kawasan
konservasi.Kurang dari 30% luas Indonesia diperuntukkan untuk kawasan
konservasi dan hutan lindung yang tersebar di pulau dan perairan Indonesia.Saat
ini kawasan-kawasan terebut mengalami tekanan sangat berat, mulai dari praktik
illegal logging, kebakaran hutan serta tumpang tindihnya diperuntukkan antara
hutan dan perkebunan kelapa sawit, HPH, serta pertambangan. Ironisnya, penduduk
lokal yang secara adat menguasai kawasan-kawasan hutan tersebut terus
dikesampingkan dalam proses pengambilan keputusan dan perlindungan kawasan.
Mereka diasingkan dari tanahnya sendiri. Jika kawasan lindung dibuka untuk
pertambangan maka laju kerusakan hutan akan makin tinggi, begitu pula bencana
lingkungan yang akan menyertainya. Usaha-usaha menjaga kelestarian, antara lain
penghijauan, reboisasi, pengetatan-pengetatan, terhadap pengusaha hutan, aktif
memberikan penyuluhan kepada penduduk, pengawasan areal hutan secara lebih
intensif, memperketat pemberian izin hak pengusaha hutan (HPH), membuat dan
mensosialisasikan larangan-larangan kegiatan yang dapat merusak hutan.
2.3.
Manfaat
Hutan
·
Sebagai tempat wisata dan
rekreasi
Dengan
berwisata dan mengajak keluarga rekreasi di hutan wisata, secara tidak langsung
dapat menghilangkan penat dan menghilangkan stress akibat rutinitas sehari-hari
berkat keindahan alam.
·
Sebagai tempat penelitian
dan pengembangan
Tidak
semua hutan dibuka untuk umum, namun hutan wisata memperbolehkan semua orang
berkunjung.Jadi selain digunakan sebagai tempat untuk rekreasi, hutan wisata
dapat digunakan sebagai penelitian hingga pengembangan.Sehingga menguntungkan
bagi mahasiswa jurusan perhutanan, karena dapat melakukan penelitian dan
mempraktekan ilmu mereka.
·
Sebagai tempat pembelajaran
dan pendidikan
Seperti
yang sudah dijelaskan di atas, hutan wisata dapat digunakan sebagai metode
pembelajaran dan pendidikan bagi segala umur.Mulai dari balita, anak sekolah,
mahasiswa, orangtua, hingga lansia.
·
Sebagai
Sumber Makanan
Hutan
dijadikan penduduk di daerah sekitar hutan sebagai sumber makanan melalui
berburu ataupun mengambil tumbuhan-tumbuhan yang dapat digunakan sebagai
makanan.Banyak tanaman-tanaman hutan yang dapat digunakan sebagai makanan
ataupun sumber air bersih dari akarnya.
·
Kepentingan Komersial
Manusia
mengambil banyak manfaat dari ekosistem hutan.Banyak obat-obatan dan farmasi
telah ditemukan di tanaman asli hutan.Masyarakat lokal bertahan hidup pada
tanaman dan hewan yang diambil dari hutan.Produk yang tergantung pada masyarakat
modern seperti kayu, kertas dan bambu semua berasal dari ekosistem hutan.Banyak
produk lainnya seperti rempah-rempah, karet, dan pewarna juga ditemukan di
hutan-hutan di seluruh dunia. Hutan yang penting bagi manusia untuk alasan
estetika juga, dan ekowisata merupakan salah satu cara untuk menggunakan dan
mempromosikan perlindungan hutan secara berkelanjutan :
a. Tempat Tinggal:
Hutan
juga rumah bagi berbagai hewan, sebagian besar hewan hidup di pohon-pohon, di
dahan pohon dan di bawah pohon.
b. Kertas:
Semua
jenis kertas dan dalam setiap bidang pekerjaan, pembuatannya dilakukan dari
berbagai produk kayu.
c.
Rayon:
Rayon
juga disebut sutra buatan, mereka diperoleh dari berbagai jenis bambu dan
berbagai kayu.
d. Kayu:
Bahan
untuk membuat furnitur, jembatan dan perahu.Tanpa menggunakan kayu semua hal
yang disebutkan tidaklah mungkin.
e. Bambu:
Bambu
juga merupakan produk dari hutan untuk membuat lantai, keranjang dan tali.Ini
adalah hal terbaik yang kita dapatkan dari hutan.
·
Obat herbal dari hutan
Banyak tanaman hutan
dan hewan menghasilkan racun, fungisida, antibiotik dan senyawa biologis aktif
lainnya sebagai mekanisme pertahanan, tetapi banyak dari mereka dapat dijadikan
obat. Banyak produk farmasi saat iniberasal dari spesies hutan tropis, misalnya
a.
kina dari pohon
kina spp. untuk mengobati kanker;
b. tanaman tapak dara (Catharanthus
roseus) untuk pengobatan kelenjar prostat membesar;
c.
akar kumis
kucing (Coleus forskohlii): obat untuk mengobati diabetes ;
d. Dioscorea dumetorum dan Harungana
vismia, dan beberapa obat didasarkan pada daun succulents keluarga
Mesembryanthemaceae.
Sistem
pengobatan tradisional berdasarkan pengetahuan lokal memang telah dilakukan
oleh masyarkat di daerah tropis sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu.Sistem perawatan
kesehatan ini penting, terutama ketika pelayanan kesehatan formal perawatan
tidak ada.Pasar untuk obat tradisional saat ini telah berkembang, dan banyak
dari itu adalah di tangan perempuan, misalnya dalam pembuatan dan penjualan
jamu.
·
Menyediakan
oksigen O2
Dengan
jumlah pepohonan yang banyak, tentunya hutan akan memberikan suplay kebutuhan
oksigen yang cukup besar bagi kehidupan di muka bumi ini.
·
Menyerap
karbon dioksida (CO2)
Carbon
dioksida adalah gas yang berbahaya apabila dihirup secara berlebih oleh
manusia. Namun ternyata di sisi lain tumbuhan memerlukan gas tersebut untuk
menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan makhluk bumi. Keberadaan hutan yang
luas di muka bumi akan memberikan peluang penyerapan karbon dioksida yang lebih
besar.
·
Mencegah
erosi
Hutan
juga dapat mencegah erosi.Keberadaan kawasan hutan yang luas juga dapat
membantu mencegah erosi atau pengikisan tanah.Pengikisan tanah dapat disebabkan
oleh air.
·
Pelestarian
Plasma Nutfah
Plasma
nutfah merupakan bahan baku yang penting untuk pembangunan di masa depan,
terutama di bidang pangan, sandang, papan, obat-obatan dan industri.
Penguasaannya merupakan keuntungan komparatif yang besar bagi Indonesia di masa
depan.
·
Mengatasi
Penggenangan
Daerah
rendah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan jenis tanaman yang
mempunyai kemampuan evapotranspirasi yang tinggi.
·
Pelestarian
Air Tanah
Jika
hujan lebat terjadi, maka air hujan akan turun masuk meresap ke lapisan tanah
yang lebih dalam menjadi air infiltrasi dan air tanah dan hanya sedikit yang
menjadi air limpasan. Dengan demikian pelestarian hutan pada daerah resapan air
dari kota yang bersangkutan akan dapat membantu mengatasi masalah air dengan
kualitas yang baik.
·
Sebagai
sarana pendidikan
Hutan
digunakan sebagai sarana belajar bagi manusia termasuk mahasiswa kehutanan,
hutan memberikan pengetahuan bagi kehidupan manusia. Tumbuhan ekosistem dan
makhluk hidup lain dapat dipelajari.
2.4.
Cara
Melestarikan Hutan
·
Menebang hutan yang sudah
tua saja, penebangannya juga harus diberi jarak ,tidak dari satu lokasi
ditebang semua.
·
Setelah menebang pohong yang
sudah tua harus menanam pohong yang baru agar kelestarian hutan tetap dijaga.
·
Mencegah penebangan liar
& pembakaran hutan secara liar
·
Melakukan penghijauan ,
penghijauan merupakan penanam kembali hutan yang sudah gundul. Penghijauan
tersebut sangat penting untuk mencegah hutan menjadi musnah.
2.5.
Dampak
Kerusakan Hutan
- Rendahnya
Kualitas Oksigen
Salah satu
dampak dari hutan gundul adalah kualitas oksigen yang semakin menurun.Kita tahu
jika selama ini tumbuhan berperan penting dalam pembentukan oksigen yang
dibutuhkan manusia.Semakin sedikit tumbuhan yang ada di hutan, semakin sedikit
pula oksigen yang dihasilkan. Akibatnya adalah kualitas oksigen akan menurun.
- Alam
Semakin Panas
Akibat hutan
gundul yang harus diketahui adalah menjadikan alam semakin panas.Alam semakin
panas dikarenakan tanaman yang dijadikan sebagai peneduh semakin berkurang
jumlahnya.Sinar matahari bisa langsung menyengat kulit akibat manusia tidak
diteduhi pohon atau tumbuhan. Pohon juga bisa menimbulkan angin yang segar
sehingga udara panas tidak terasa.
- Banjir
Dampak nyata
akibat hutan gundul adalah datangnya banjir, hutan gundul merupakan penyebab banjir yang sangat
besar perannya.Akar pohon atau akar tumbuhan bisa menyerap air hujan yang
meluap sehingga saat datang banjir pun air banjir itu bisa terserap oleh akar
dengan volume yang banyak. Jika hutan telah gundul akibatnya adalah
ketika banjir datang, air banjir itu bisa meluap kemana-mana sebab tidak
terserap oleh akar pohon.
- Kekeringan
Akibat hutan
gundul adalah bisa menyebabkan kekeringan.Saat pohon jumlahnya hanya sedikit,
air yang diserap pun hanya sedikit.Sehingga air tanah juga menjadi sedikit.Air
tanah yang sedikit bisa menyebabkan alam terkena bencana kekeringan.
- Longsor
Hutan yang
semakin gundul bisa menyebabkan tanah longsor.Hal itu dikarenakan akar tumbuhan
berfungsi sebagai pemadat struktur tanah.Saat hujan datang, air tersebut tidak
langsung mengenai tanah sehingga tidak menyebabkan tanah longsor. Akar pohon
tersebut justru akan menyerap hujan yang datang. Untuk hutan yang gundul, air
hujan bisa langsung jatuh ke atas tanah tanpa terhalang oleh pohon terlebih
dahulu.Air tersebut juga tidak terserap oleh akar pohon. Tanah yang terkena
hujan terus menerus kontur dan struktur tanahnya bisa rusak kemudian
menyebabkan tanah longsor .
6. Global
Warming
Global
merupakan dampak nyata akibat efek dari rumah kaca dan hutan yang semakin
gundul. Hutan gundul menjadi penyebab pemanasan global dikarenakan benda
yang menghasilkan zat karbon bisa menyebabkan bumi semakin panas.Zat karbon
tersebut tidak bisa diubah menjadi oksigen oleh keberadaan tumbuhan yang
semakin sedikit. Zat karbon tersebut juga bisa merusak lapisan ozon bumi
sehingga es di kutub akan semakin mencair.
BAB
III
METODE
PENULISAN
3.1. Jenis Karya
Ilmiah
Jenis
karya ilmiah ini berupa karya non penelitian.Karya tulis ini merupakan hasil
dari pengamatan lapangan dan dari kajian pustaka yang kami tulis dalam secara
ilmiah. Penulis akan melakukan pengamatan secara langsung dan menuliskan apa
yang kami alami dan laksanakan secara deskriptif.
3.2. Cara Pengumpulan
Data
Pengumpulan
data dilakukan secara langsung ketika penulis melakukan pengamatan lapangan.
Penulis akan menggunakan wawancara untuk mengumpulkan data. Instrument yang
akan kami gunakan adalah interview sheet yang
akan kami lakukan dengan narasumber yang menjaga kawasaan hutan tersebut. Yang
akan kami wawancara antara lain dari penjaga hutan tersebut, pengunjung,
pedagang.
Selain
itu, penulis juga mencari data dari kajian pustaka yang berupa informasi dari
buku dan internet. Kami juga akan mengumpulkan data dari dokumentasi berupa
foto.
3.3. Cara Menganalisis
Data
Data
yang sudah terkumpul akan penulis pilah-pilah berdasarkan siapa yang penulis
wawancarai. Setelah itu kami akan mengklasifikasikannya sesuai dengan topik
yang ada didalam instrumen wawancara. Setelah itu kami akan mencocokkan data
tersebut dengan teori yang telah penulis pelajari dalam bentuk kajian atau
telaah pustaka.
BAB
IV
ANALISIS
DAN SINTESIS
Pada
tanggal 05 septembar 2016 kami melakukan observasi dikawasan hutan kotaTrenggalek,
Jawa Timur. Di sana terdapat fasilitas
yang sudah cukup memadai untuk di
jadikan sebagai destinasi hutan wisata. Karena disana sudah di siapkan
berupa tempat duduk untuk bersantai, beberapa gazebo, wifi
gratis, dan juga panggung pentas seni
yang setiap akhir pekannya di gunakan
penduduk setempat untuk mengekspresikan diri.
Terdapat cukup banyak beragam pepohononan yang di budidaya di sana.
Sehingga, jika kita berkunjung ke sana udara di sana akan terasa sejuk dan
segar. Hewan – hewan juga dipelihara dengan baik. Di sanajuga
di lakukan pembangunan untuk pembaharuan fungsi hutan.
Namun, sangat di
sayangkan kesadaran masyarakat yang berkunjung
ke kawasan hutan kota masih rendah,
terbukti dari banyaknya sampah yang berserakan di mana – mana, hewan diberi
makanan tidak layak oleh pengunjung dan pepohonan yang seharusnya di rawat
tetapi di coret – coret oleh pengunjung. Sampah berserakan disekitar tempat
penangkaran hewan dapat menyebabkan hewan sakit, hal ini tidak sesuai dengan
apa yang kita harapkan, hal tersebut dapat menyebabkan ekosistem hutan
terganggu.
kami lakukan kami melihat banyaknya renovasi
yang dilakukan di hutan dan banyak renovasi yang terbengkalai seperti lubang
sebagai tempat penampungan air masih
berupa lubang yang berbahaya bagi pengunjung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar