Kamis, 20 Oktober 2016

“HUTAN KOTA SEBAGAI DESTINASI WISATA ALAM
DAN SEBAGAI SARANA BELAJAR PARA PELAJAR “


  






Disusun oleh
·         Rita Lutfi Fitriani
·         Sahrul Aldi Nugraha
·         Theresia Ayu Verawati
·         Yiyin Natalia





TRENGGALEK
SEPTEMBER 2016




KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena saya dapat menulis karya ilmiah yang berjudul “Hutan Kota Sebagai Destinasi Wisata Alam Dan Sebagai Sarana Belajar  Para Pelajar. Karya ilmiah ini kami susun secara sederhana.
Karya ilmiah ini dibuat berdasarkan pengetahuan dari refrensi buku dan informasi dari internet  dan juga  dari hasil pengamatan kami di lapangan, Semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sarana bagi generasi muda penerus bangsa dan bagi dinas kehutanan untuk mengetahui cara melestarikan hutan dan cara  menjadikan hutan sebagai destinasi wisata alam yang bagus dan nyaman. 
Kami menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini belum sempurna dan masih banyak kekurangannya.Untuk itu demi kesempurnaan karya ilmiah ini kami sangat mengharapkan adanya saran, kritik, dan masukan yang bersifat membangun.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada guru dan teman  yang telah memberikan saran yang baik kepada kami dalam menyusun karya ilmiah ini, tak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Wawan Prasetyo, M.Pdyang telah memberi kesempatan dan kepercayaan kepada saya untuk membuat karya ilmia ini.

Trenggalek, 04 September 2016



Penulis






DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL ........................................................................................................
KATA PENGANTAR ..................................................................................................
DAFTAR ISI .................................................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN  ................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................
1.1.        Latar Belakang ....................................................................................
1.2.        Rumusan Masalah .............................................................................
1.3.        Tujuan Penulisan ...............................................................................
1.4.        Manfaat Penulisan .............................................................................
BAB II KAJIAN TEORI ................................................................................................
2.1.        Pengertian Hutan.................................................................................
2.2.        Klasifikasi Hutan.................................................................................
2.3.        Manfaat Hutan .....................................................................................
2.4.        Cara Melestarikan Hutan ...................................................................
2.5.        Dampak Kerusakan Hutan ................................................................
BAB III METODE PENULISAN .................................................................................
3.1.           Jenis Karya Ilmiah................................................................................
3.2.           Cara Pengumpulan Data....................................................................
3.3.           Cara Menganalisis Data......................................................................
BAB IV PEMBAHASAN .............................................................................................
4.1.        Temuan data .......................................................................................
4.2.        Pembahasan .......................................................................................
BAB V PENUTUP .......................................................................................................
5.1.        Kesimpulan .........................................................................................
5.2.        Saran ....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................
LAMPIRAN ............................................................................................................................






BAB I
PENDAHULUAN

Bab ini berisikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penulisan karya ilmiah mengenai peran para pelajar dalam pembangunan hutan di Provinsi Jawa Timur menjadi destinasi wisata alam.
1.1.        Latar Belakang
Indonesia adalah suatu Negara yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya  manusia yang sangat berkompeten. Karena sebagian besar Negara Indonesia adalah Negara kepulauan dan maritim yang luasnya hampir ¾ bagiannya merupakan lautan, dan sisanya adalah daratan yang sangat luas.Diantara daratan tersebut terdapat hutan yang luasnya adalah sekitar 130 juta hektar (sucitro heri, 2008:5).Hal itu sungguh merupakan sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sungguh luar biasa dan patut kita syukuri atas karunianya.
Sehingga hutan membentang sangat luas sampai pulau jawa yang kaya  akan sumber daya alam termasuk juga provinsi jawa timur. Luas provinsi jawa timur kurang lebih adalaah 47.921,98 kmdengan jumlah 29 kabupaten dan 9 kota.
Negara indonesia adalah Negara yang terletak pada garis katulistiwa. Sehingga, Indonesia memiliki dua macam musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.Hal itulah yang menyebabkan Indonesia memiliki hutan tropis. Meskipun Indonesia memiliki musim tropis tidak hanya flora daerah tropis yang dapat tumbuh, tetapi flora dari daerah lain juga dapat tumbuh di Indonesia dengan baik.
Dengan adanya hutan tropis di Indonesia sangat bermanfaat bagi warga Negara Indonesia.Karena hutan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan banyak orang di dunia.Karena hutan memiliki fungsi sebagai penyeimbang ekosistem, penyerapan karbondioksida, peresapan air, dan masih banyak lagi.
Hutan juga berfungsi sebagai tempat wisata yang di manfaat oleh warga negara Indonesia untuk berlibur bersama keluarga mereka.Mereka memanfaatkan hutan karena hutan adalah tempat yang sangat bagus untuk berlibur dan juga belajar.
Namun, demikian bayak hutan di Indonesia yang disalah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.Mereka membakar hutan hanya untuk membuka lahan pertanian baru, dan juga sebagai lahan pemukinan baru.Selain, pembakaran hutan mereka juga melakukan penebangan liar.
Sebagian besar warga Negara Indonesia menganggap hutan adalah tempat yang indah untuk berlibur.Tetapi, sebagian diantara mereka menganggaap hutan adalah tempat yang menakutkan bagi meraka.Karena mereka menganggap hutan adalah tempat tinggal bagi binatang-binatang buas dan tumbuhan-tumbuhan liar.Meski keamanan di hutan wisata terjaga dengan kehadiran pengelola dan penjaga hutan mereka masih merasa takut.Karena banyak kasus pengunjung yang terluka di hutan wisata, diakibatkan oleh tingkah dan perilaku pengunjung sendiri yang tidak dapat diatur.
Dengan, demikian salah satu solusinya adalah menjadikan hutan sebagai tempat wisata yang menyenangkan, aman, dan nyaman untuk berlibur.Selain, sebagi tempat wisata kita juga harusmelestarikan hutan dengan cara melakukan reboisasi. Pemerintah juga harus berperan dalam melestarikan hutan dengan melakukan cara memberikan hukuman yang tegas bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab melakuakn perusakan hutan.
Oleh karena itu penulis  tertarik untuk menulis tentang “Hutan Kota Sebagai Destinasi Wisata Alam Dan Sebagai Sarana Belajar Para Pelajar “.
1.2.        Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas apakah penulis tertarik untuk meneliti bagaimana para peran pelajar dalamcara membangun destinasi wisata alam di kawasan hutan Trenggalek dan sebagai tempat yang berpotensi menjadi Wisata Alam di Jawa Timur ?
1.3.        Tujuan Penulisan
Berangkat dari rumusan masalah diatas tersebut, penulis akan mencoba memahami dan mengerti, serta untuk mengetahui secara empiris bagaimana cara membangun destinasi wisata alam di kawasan hutanTrenggalek dan sebagai tempat yang berpotensi menjadi Wisata Alam di Jawa Timur.
1.4.        Manfaat Penulisan
1)    Bagi Penulis
Dari apa yang akan penulis lakukan, kami berharap karya ilmiah ini akan berguna bagi kami sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kami didalam mata pelajaran di sekolah khususnya pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu kami berharap apa yang akan kami lakukan ini akan membuka wawasan kami khususnya tentang wisata alam dan cara merawatnya sehingga kami mempunyai pemahaman yang akan membuat kami lebih peduli dan peka terhadap lingkungan.
2)    Bagi Pembaca
Setelah pembaca membaca karya  ilmiah ini, penulis berharap hal ini bisa membuat pembaca lebih tertarik untuk tidak hanya berkunjung ke hutan saja untuk refreshing melainkan juga ikut mempromosikannya kepada saudara, atau keluarga dan teman mereka tentang keunggulan hutan ini. Penulis juga berharap pembaca juga ikut terlibat didalam usaha pemerintah untuk menjaga kelestarian wisata alam dan tempat pariwisata khususnya yang ada diJawa Timur.
3.    Bagi dinas kehutanan
Karya tulis ini bisa memberikan ide kepada dinas kehutanan untuk melestarikan hutan dengan cara mengubah hutan menjadi destinasi wisata. Selain itu masukan program kerja dinas kehutanan yang baik dan benar terhadap hutan tersebut.
4.    Bagi Pemerintah
Dari karya ilmiah yang penulis lakukan ini, kami berharap bisa berkontribusi terhadap upaya pemerintah didalam menjaga potensi wisat alam. Kami juga berharap pemerintah semakin memperhatikan wisata-wisata alam di hutan-hutan kawasan Jawa Timur dan membuat potensi wisata alam semakin aman, indah, bersih, dengan fasilitas yang lengkap dan memadai agar para wisatawan merasa nyaman untuk berkunjung ke Jawa Timur.






BAB II
LANDASAN TEORI

Bab II ini menjelaskan tentang pengertian hutan,klasifikasi  hutan, manfaat hutan, cara melestarikan hutan, dampak kerusakan hutan.
2.1.        Pengertian Hutan
Negara Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alam. Diantara sumber daya alam yang dimiliki Indonesia tersebut adalah hutan.Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia.Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar.Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya.Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting.Pohon sendiri adalah tumbuhan cukup tinggi dengan masa hidup bertahun-tahun.Jadi, tentu berbeda dengan sayur-sayuran atau padi-padian yang hidup semusim saja.Pohon juga berbeda karena secara mencolok memiliki sebatang tubuh pokok yang tegak berkayu yang cukup panjang dan bentuk tajuk (mahkota daun) yang jelas.
2.2.        Klasifikasi Hutan
Jenis hutan dapat dibedakan menurut fungsi, cara terjadi, jenis pohon, bentuk daun, iklim, dan tempatnya
a.    Menurut fungsinya
Menurut fungsinya, jenis hutan dapat dibedakan menjadi lima, yaitu:
1.      Hutan Produksi adalah jenis hutan dimana hasil hutannya difungsikan untuk menghasilkan kayu dan hasil-hasil hutan lainnya. Contohnya, hutan-hutan di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan Papua
2.      Hutan Lindung adalah jenis hutan yang berfungsi untuk melindungi tanah dan lingkungan disekitarnya dari bahaya erosi, banjir, dan tanah longsor. Selain itu, hutan lindung bertujuan untuk menyimpan cadangan air tanah dan melindungi kesuburan tanah. Contohnya, hutan-hutan yang berada di lereng pegunungan.
3.      Hutan Wisata adalah hutan yang difungsikan untuk kegiatan rekreasi. Contohnya, hutan di Tawangmangu, Jawa Tengah
4.      Hutan Suaka adalah hutan yang berfungsi untuk melindungi tumbuhan dan jenis satwa tertentu. Contohnya, hutan-hutan yang berada di Ujung Kulon.
5.      Hutan Cadangan adalah jenis hutan yang belum diketahui fungsinya.
b.    Menurut terjadinya
Menurut terjadinya hutan dapat dibedakan menjadi hutan alami dan hutan buatan.
1)    Hutan alami adalah hutan yang tumbuh dengan sendirinya secara alami atas anugrah dari tuhan. Pada hutan alami, jenis pohonnya cenderung heterogen. Contohnya, hutan tropis dan hutan mangrove.
2)    Hutan buatan adalah hutan yang dibuat oleh manusia untuk tujuan tertentu. Jenis pohon pada hutan buatan ini biasanya homogeny. Contohnya, hutan jati dan hutan pinus
c.    Menurut jenis pohonnya
Hutan menurut jenis pohonnya dapat dibagi menjadi hutan homogen dan hutan heterogen.
1)    Hutan homogeny adalah hutan yang hanya memiliki satu jenis pohon. Contohnya, hutan jati, hutan pinus, dan hutan cemara.
2)    Hutan heterogen adalah hutan yang memiliki beberapa jenis pohon. Contohnya hujan tropis di Kalimantan.
d.    Menurut bentuk daunnya
Hutan menurut bentuk daunnya dapat dibedakan menjadi hutan berdaun jarum dan berdaun lebar.
1)    Hutan berdaun jarum adalah hutan dengan jenis tumbuhan dan daunnya berbentuk seperti jarum. Contohnya, hutan cemara dan hutan pinus.
2)    Hutan berdaun lebar adalah hutan dengan jenis tumbuhan berdaun lebar. Contohnya, hutan jati.
e.    Menurut iklimnya
Laju kerusakan hutan Indonesia saat ini sangat pesat yang telah mencapai 2,4 juta hektar per tahun. Satu-satunya jenis hutan yang berada dalam kondisi baik adalah hutan lindung dan kawasan konservasi.Kurang dari 30% luas Indonesia diperuntukkan untuk kawasan konservasi dan hutan lindung yang tersebar di pulau dan perairan Indonesia.Saat ini kawasan-kawasan terebut mengalami tekanan sangat berat, mulai dari praktik illegal logging, kebakaran hutan serta tumpang tindihnya diperuntukkan antara hutan dan perkebunan kelapa sawit, HPH, serta pertambangan. Ironisnya, penduduk lokal yang secara adat menguasai kawasan-kawasan hutan tersebut terus dikesampingkan dalam proses pengambilan keputusan dan perlindungan kawasan. Mereka diasingkan dari tanahnya sendiri. Jika kawasan lindung dibuka untuk pertambangan maka laju kerusakan hutan akan makin tinggi, begitu pula bencana lingkungan yang akan menyertainya. Usaha-usaha menjaga kelestarian, antara lain penghijauan, reboisasi, pengetatan-pengetatan, terhadap pengusaha hutan, aktif memberikan penyuluhan kepada penduduk, pengawasan areal hutan secara lebih intensif, memperketat pemberian izin hak pengusaha hutan (HPH), membuat dan mensosialisasikan larangan-larangan kegiatan yang dapat merusak hutan.
2.3.        Manfaat Hutan
·         Sebagai tempat wisata dan rekreasi
Dengan berwisata dan mengajak keluarga rekreasi di hutan wisata, secara tidak langsung dapat menghilangkan penat dan menghilangkan stress akibat rutinitas sehari-hari berkat keindahan alam.
·         Sebagai tempat penelitian dan pengembangan
Tidak semua hutan dibuka untuk umum, namun hutan wisata memperbolehkan semua orang berkunjung.Jadi selain digunakan sebagai tempat untuk rekreasi, hutan wisata dapat digunakan sebagai penelitian hingga pengembangan.Sehingga menguntungkan bagi mahasiswa jurusan perhutanan, karena dapat melakukan penelitian dan mempraktekan ilmu mereka.
·         Sebagai tempat pembelajaran dan pendidikan
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hutan wisata dapat digunakan sebagai metode pembelajaran dan pendidikan bagi segala umur.Mulai dari balita, anak sekolah, mahasiswa, orangtua, hingga lansia.


·         Sebagai Sumber Makanan
Hutan dijadikan penduduk di daerah sekitar hutan sebagai sumber makanan melalui berburu ataupun mengambil tumbuhan-tumbuhan yang dapat digunakan sebagai makanan.Banyak tanaman-tanaman hutan yang dapat digunakan sebagai makanan ataupun sumber air bersih dari akarnya.
·         Kepentingan Komersial
                        Manusia mengambil banyak manfaat dari ekosistem hutan.Banyak obat-obatan dan farmasi telah ditemukan di tanaman asli hutan.Masyarakat lokal bertahan hidup pada tanaman dan hewan yang diambil dari hutan.Produk yang tergantung pada masyarakat modern seperti kayu, kertas dan bambu semua berasal dari ekosistem hutan.Banyak produk lainnya seperti rempah-rempah, karet, dan pewarna juga ditemukan di hutan-hutan di seluruh dunia. Hutan yang penting bagi manusia untuk alasan estetika juga, dan ekowisata merupakan salah satu cara untuk menggunakan dan mempromosikan perlindungan hutan secara berkelanjutan :
a.       Tempat Tinggal:
Hutan juga rumah bagi berbagai hewan, sebagian besar hewan hidup di pohon-pohon, di dahan pohon dan di bawah pohon.
b.       Kertas:
Semua jenis kertas dan dalam setiap bidang pekerjaan, pembuatannya dilakukan dari berbagai produk kayu.
c.        Rayon:
Rayon juga disebut sutra buatan, mereka diperoleh dari berbagai jenis bambu dan berbagai kayu.
d.       Kayu:
Bahan untuk membuat furnitur, jembatan dan perahu.Tanpa menggunakan kayu semua hal yang disebutkan tidaklah mungkin.
e.       Bambu:
Bambu juga merupakan produk dari hutan untuk membuat lantai, keranjang dan tali.Ini adalah hal terbaik yang kita dapatkan dari hutan.
·         Obat herbal dari hutan
Banyak tanaman hutan dan hewan menghasilkan racun, fungisida, antibiotik dan senyawa biologis aktif lainnya sebagai mekanisme pertahanan, tetapi banyak dari mereka dapat dijadikan obat. Banyak produk farmasi saat iniberasal dari spesies hutan tropis, misalnya
a.       kina dari pohon kina spp. untuk mengobati kanker;
b.      tanaman tapak dara (Catharanthus roseus) untuk pengobatan kelenjar prostat membesar;
c.       akar kumis kucing (Coleus forskohlii): obat untuk mengobati diabetes ;
d.     Dioscorea dumetorum dan Harungana vismia, dan beberapa obat didasarkan pada daun succulents keluarga Mesembryanthemaceae.
Sistem pengobatan tradisional berdasarkan pengetahuan lokal memang telah dilakukan oleh masyarkat di daerah tropis sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu.Sistem perawatan kesehatan ini penting, terutama ketika pelayanan kesehatan formal perawatan tidak ada.Pasar untuk obat tradisional saat ini telah berkembang, dan banyak dari itu adalah di tangan perempuan, misalnya dalam pembuatan dan penjualan jamu.
·         Menyediakan oksigen O2
Dengan jumlah pepohonan yang banyak, tentunya hutan akan memberikan suplay kebutuhan oksigen yang cukup besar bagi kehidupan di muka bumi ini.
·         Menyerap karbon dioksida (CO2)
Carbon dioksida adalah gas yang berbahaya apabila dihirup secara berlebih oleh manusia. Namun ternyata di sisi lain tumbuhan memerlukan gas tersebut untuk menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan makhluk bumi. Keberadaan hutan yang luas di muka bumi akan memberikan peluang penyerapan karbon dioksida yang lebih besar.
·         Mencegah erosi
Hutan juga dapat mencegah erosi.Keberadaan kawasan hutan yang luas juga dapat membantu mencegah erosi atau pengikisan tanah.Pengikisan tanah dapat disebabkan oleh air.
·         Pelestarian Plasma Nutfah
Plasma nutfah merupakan bahan baku yang penting untuk pembangunan di masa depan, terutama di bidang pangan, sandang, papan, obat-obatan dan industri. Penguasaannya merupakan keuntungan komparatif yang besar bagi Indonesia di masa depan.
·         Mengatasi Penggenangan
Daerah rendah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan jenis tanaman yang mempunyai kemampuan evapotranspirasi yang tinggi.
·         Pelestarian Air Tanah
Jika hujan lebat terjadi, maka air hujan akan turun masuk meresap ke lapisan tanah yang lebih dalam menjadi air infiltrasi dan air tanah dan hanya sedikit yang menjadi air limpasan. Dengan demikian pelestarian hutan pada daerah resapan air dari kota yang bersangkutan akan dapat membantu mengatasi masalah air dengan kualitas yang baik.
·         Sebagai sarana pendidikan
Hutan digunakan sebagai sarana belajar bagi manusia termasuk mahasiswa kehutanan, hutan memberikan pengetahuan bagi kehidupan manusia. Tumbuhan ekosistem dan makhluk hidup lain dapat dipelajari.

2.4.        Cara Melestarikan Hutan
·         Menebang hutan yang sudah tua saja, penebangannya juga harus diberi jarak ,tidak dari satu lokasi ditebang semua.
·         Setelah menebang pohong yang sudah tua harus menanam pohong yang baru agar kelestarian hutan tetap dijaga.
·         Mencegah penebangan liar & pembakaran hutan secara liar
·         Melakukan penghijauan , penghijauan merupakan penanam kembali hutan yang sudah gundul. Penghijauan tersebut sangat penting untuk mencegah hutan menjadi musnah.

2.5.        Dampak Kerusakan Hutan
  1. Rendahnya Kualitas Oksigen
Salah satu dampak dari hutan gundul adalah kualitas oksigen yang semakin menurun.Kita tahu jika selama ini tumbuhan berperan penting dalam pembentukan oksigen yang dibutuhkan manusia.Semakin sedikit tumbuhan yang ada di hutan, semakin sedikit pula oksigen yang dihasilkan. Akibatnya adalah kualitas oksigen akan menurun.

  1. Alam Semakin Panas
Akibat hutan gundul yang harus diketahui adalah menjadikan alam semakin panas.Alam semakin panas dikarenakan tanaman yang dijadikan sebagai peneduh semakin berkurang jumlahnya.Sinar matahari bisa langsung menyengat kulit akibat manusia tidak diteduhi pohon atau tumbuhan. Pohon juga bisa menimbulkan angin yang segar sehingga udara panas tidak terasa.
  1. Banjir
Dampak nyata akibat hutan gundul adalah datangnya banjir, hutan gundul merupakan penyebab banjir yang sangat besar perannya.Akar pohon atau akar tumbuhan bisa menyerap air hujan yang meluap sehingga saat datang banjir pun air banjir itu bisa terserap oleh akar dengan volume yang banyak.  Jika hutan telah gundul akibatnya adalah ketika banjir datang, air banjir itu bisa meluap kemana-mana sebab tidak terserap oleh akar pohon.
  1. Kekeringan
Akibat hutan gundul adalah bisa menyebabkan kekeringan.Saat pohon jumlahnya hanya sedikit, air yang diserap pun hanya sedikit.Sehingga air tanah juga menjadi sedikit.Air tanah yang sedikit bisa menyebabkan alam terkena bencana kekeringan.
  1. Longsor
Hutan yang semakin gundul bisa menyebabkan tanah longsor.Hal itu dikarenakan akar tumbuhan berfungsi sebagai pemadat struktur tanah.Saat hujan datang, air tersebut tidak langsung mengenai tanah sehingga tidak menyebabkan tanah longsor. Akar pohon tersebut justru akan menyerap hujan yang datang. Untuk hutan yang gundul, air hujan bisa langsung jatuh ke atas tanah tanpa terhalang oleh pohon terlebih dahulu.Air tersebut juga tidak terserap oleh akar pohon. Tanah yang terkena hujan terus menerus kontur dan struktur tanahnya bisa rusak kemudian menyebabkan tanah longsor .


6.    Global Warming
Global merupakan dampak nyata akibat efek dari rumah kaca dan hutan yang semakin gundul.  Hutan gundul menjadi penyebab pemanasan global dikarenakan benda yang menghasilkan zat karbon bisa menyebabkan bumi semakin panas.Zat karbon tersebut tidak bisa diubah menjadi oksigen oleh keberadaan tumbuhan yang semakin sedikit. Zat karbon tersebut juga bisa merusak lapisan ozon bumi sehingga es di kutub akan semakin mencair.



BAB III
METODE PENULISAN

3.1. Jenis Karya Ilmiah
Jenis karya ilmiah ini berupa karya non penelitian.Karya tulis ini merupakan hasil dari pengamatan lapangan dan dari kajian pustaka yang kami tulis dalam secara ilmiah. Penulis akan melakukan pengamatan secara langsung dan menuliskan apa yang kami alami dan laksanakan secara deskriptif.

3.2. Cara Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan secara langsung ketika penulis melakukan pengamatan lapangan. Penulis akan menggunakan wawancara untuk mengumpulkan data. Instrument yang akan kami gunakan adalah interview sheet yang akan kami lakukan dengan narasumber yang menjaga kawasaan hutan tersebut. Yang akan kami wawancara antara lain dari penjaga hutan tersebut, pengunjung, pedagang.
Selain itu, penulis juga mencari data dari kajian pustaka yang berupa informasi dari buku dan internet. Kami juga akan mengumpulkan data dari dokumentasi berupa foto.

3.3. Cara Menganalisis Data
Data yang sudah terkumpul akan penulis pilah-pilah berdasarkan siapa yang penulis wawancarai. Setelah itu kami akan mengklasifikasikannya sesuai dengan topik yang ada didalam instrumen wawancara. Setelah itu kami akan mencocokkan data tersebut dengan teori yang telah penulis pelajari dalam bentuk kajian atau telaah pustaka.


 

BAB IV
ANALISIS DAN SINTESIS

Pada tanggal 05 septembar 2016 kami melakukan observasi dikawasan hutan kotaTrenggalek, Jawa Timur. Di  sana terdapat fasilitas yang  sudah cukup memadai untuk di jadikan sebagai destinasi hutan wisata. Karena disana sudah di siapkan berupa  tempat duduk  untuk bersantai, beberapa gazebo, wifi gratis, dan juga  panggung pentas seni yang setiap akhir pekannya di  gunakan penduduk setempat untuk mengekspresikan diri.  Terdapat cukup banyak beragam pepohononan yang di budidaya di sana. Sehingga, jika kita berkunjung ke sana udara di sana akan terasa sejuk dan segar. Hewan – hewan juga dipelihara dengan baik. Di sanajuga di lakukan pembangunan untuk pembaharuan fungsi hutan.
Namun, sangat di sayangkan  kesadaran masyarakat yang berkunjung ke kawasan hutan kota  masih rendah, terbukti dari banyaknya sampah yang berserakan di mana – mana, hewan diberi makanan tidak layak oleh pengunjung dan pepohonan yang seharusnya di rawat tetapi di coret – coret oleh pengunjung. Sampah berserakan disekitar tempat penangkaran hewan dapat menyebabkan hewan sakit, hal ini tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, hal tersebut dapat menyebabkan ekosistem hutan terganggu.
kami lakukan kami melihat banyaknya renovasi yang dilakukan di hutan dan banyak renovasi yang terbengkalai seperti lubang sebagai  tempat penampungan air masih berupa lubang yang berbahaya bagi pengunjung.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar